BREAKING

Senin, 29 Juli 2013

Rano Karno Ingin Mundur dari Wagub


Silewonews --- Kabar tak sedap muncul dari Pemerintah Provinsi Banten. Wakil Gubernur Banten Rano Karno tidak akur atau pecah kongsi dengan Gubernur Banten Ratut Atut Chosiyah.

Rano merasa dianaktirikan di lingkungan Pemerintah Provinisi Banten. Rano yang adalah kader PDIP tak pernah diberi kepercayaan untuk mengemban tugas selaku wakil gubernur sebagaimana mestinya.

Pengebirian Rano dari tugas dan perannya sebagai wakil gubernur ditengarai bagian dari upaya melanggengkan kekuasaan dinasti yang dilakukan pihak tertentu di Banten.

Menurut sumber, Rano sudah menghadap ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menyampaikan keluh kesahnya. Geram dianaktirikan dan tak mau menerima gaji buta, Rano pun menyampaikan keinginanya untuk mundur kepada Megawati.

Dalam Pemilukada yang digelar Oktober 2011, Atut-Rano diusung 11 partai politik yang tergabung dalam Koalisi Banten Bersatu Teruskan Pembangunan, antara lain Partai Golkar, PDIP, Partai Hanura, Gerindra, PKB, PBB dan PAN. Pasangan Atut-Rano yang juga didukung 22 partai non parlemen memperoleh 61 persen suara pemilih, unggul dari pasangan Wahidin Halim-Irna Narulita yang memperoleh 38,39 persen, dan pasangan Jazuli Juwaeni-Makmun Muzaki dengan perolehan suara 11,40 persen.

Pecah kongsi Atut-Rano menambah daftar panjang pecah kongsi kepala daerah dengan wakil kepala daerah. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi belum lama ini mengungkap hampir 90 persen kondisi hubungan kepala dan wakil kepala daerah di Indonesia berlangsung tidak baik alias pecah kongsi.

Sumber : rakyatmerdeka

Fenomena Manusia Gerobak Bukan Cuma Tanggung Jawab Kemensos


Silewonews -- Begitu banyak masalah sosial yang terjadi di Indonesia, salah satunya adalah banyaknya manusia yang hidup tidak jauh dari gerobak alias manusia gerobak. 

Fenomena manusia gerobak ini hanya dapat diatasi dengan bantuan dan kerjasama dari pihak selain Kementerian Sosial (Kemensos), terutama sekali adalah pemerintah daerah.

Begitu disampaikan Direktur Rehabilitasi Tuna Sosial Sonny Wanalu di Kantor Sasana Krida Karang Taruna, Jl. Muria, Kel. Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (28/7).

"Untuk menyelesaikannya (masalah manusia gerobak) membutuhkan seluruh stakeholder, seperti pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kementerian pendidikan untuk masalah pendidikannya, Kementerian Kesehatan juga (untuk masalah kesehatan), Kementerian Tenaga Kerja (untuk menyediakan lapangan pekerjaan), jangan hanya Kemensos," ujarnya.

Menurut Sonny, tanggung jawab Kemensos terhadap mereka hanya sebatas memberi kebutuhan dasar mereka, yakni pendidikan sosial. Diharapkan, dengan begitu mental mereka bisa berubah dari yang meminta menjadi yang memberi.

"Ya, kami adakan rehabilitasi buat mereka. Tujuannya supaya bisa membuat tangan mereka yang di bawah menjadi di atas," sambungnya.

Namun, Sonny mengatakan program rehabilitasi itu tidak akan berjalan maksimal tanpa bantuan dari pemerintah daerah tempat asal manusia gerobak itu. Pasalnya, jika pemerintah daerah sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka, manusia gerobak akan berkurang secara signifikan jumlahnya, khususnya yang merantau ke kota-kota besar.

"Peranan pemda (pemerintah daerah) sangat penting di sini," tutupnya.

Sumber : rakyat merdeka

Selasa, 02 Juli 2013

Kota Kalong di Kota Watan Soppeng


SILEWO NEWS -- Watansoppeng adalah salah satu kota kabupaten tercantik di Provinsi Sulawesi Selatan. Suasana di dalam kota tampak teduh, karena hampir semua ruas  jalan dipenuhi oleh pohon asam dan jenis pohon lainnya yang berjejer di sisi  kiri dan kanan jalan. Kota  kecil dan berhawa sejuk ini berada di pegunungan dengan ketinggian 200 meter di  atas permukaan laut.

Menurut catatan sejarah, sebagaimana tertulis  dalam Lontara Bugis (tulisan kuno orang Bugis), Kota Soppeng  merupakan bekas kota kerajaan masa lampau yang memiliki wilayah kekuasaan dan pengaruh yang cukup  luas. Di kota ini terdapat komplek Istana Raja (Datu) Soppeng yang dibangun oleh I Latemmamala  yang bergelar Petta Bakkae pada tahun 1261 M. Di dalam komplek tersebut terdapat sejumlah bangunan, di antaranya: Bola RidiE (Rumah Kuning), yaitu  tempat penyimpanan benda-benda atribut Kerajaan Soppeng; SalassaE, yaitu bekas Istana Datu Soppeng; dan Menhir Latammapole, yaitu tempat melaksanakan hukuman bagi para pelanggar adat. Di kota  ini juga terdapat komplek makam Jera LompoE dan KalokoE Watu. Di dalam komplek makam Jera LompoE terdapat makam Raja-raja (Datu) Soppeng, Luwu dan Sidrap pada abad XVII. Sementara di dalam komplek KalokoE Watu terdapat  makam We Tenri Sui, ibu kandung Arung Palakka.

Kota Watansoppeng memiliki keunikan yang sangat mengagumkan, sehingga ia dijuluki sebagai “Kota Kalong” atau “Kota  Pekalongan” (bukan nama kota  yang ada di Pulau Jawa). Pengunjung jangan terkejut ketika memasuki jantung Kota Watansoppeng, karena akan mencium bau khas yang sangat menyengat hidung. Bau  khas itu tidak lain adalah bau kalong atau kelelawar. Bau kalong tersebut akan semakin menyengat jika pengunjung berada tepat di bawah pohon tempat para kalong  tersebut bergelantungan.

Menjelang malam, kalong-kalong  tersebut terbang meninggalkan pepohonan untuk mencari makan. Saat kalong-kalong  yang jumlahnya ribuan tersebut terbang, langit seakan tertutup oleh bayangan  hitam. Kawanan kalong tersebut akan kembali ke pepohonan pada subuh hari dengan suara gemuruh seakan membangunkan warga Kota Soppeng untuk segera melaksanakan  shalat subuh dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Tidak seorang pun penduduk yang tahu  persis kapan tepatnya kalong-kalong tersebut mulai bersarang di atas pepohonan yang  berjejer di ruas-ruas jalan Kota Watansoppeng. Masyarakat hanya meyakini bahwa  keberadaan kalong yang mirip tikus tersebut sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.  Lebih dari itu, mereka juga meyakini bahwa kalong-kalong tersebut merupakan  “penjaga” kota Watansoppeng. Bahkan, mereka sangat percaya bahwa kalong-kalong tersebut menjadi  pertanda dan pemberi informasi tentang sesuatu yang baik dan buruk yang akan  terjadi di kota  ini. Jika kalong-kalong tersebut pergi meninggalkan Kota Watansoppeng dalam  waktu yang lama, maka itu sebagai pertanda bahwa akan terjadi bencana yang  menimpa masyarakat dan kota  tersebut.

Terbakarnya Pasar Sentral Soppeng  pada tahun 1990 diyakini oleh masyarakat setempat merupakan akibat dari  ditebangnya pohon besar yang menjadi tempat tinggal raja atau pemimpin kalong  tersebut. Sejak peristiwa itu, masyarakat setempat tidak pernah lagi mengusik  keberadaan satwa tersebut. Untuk mengembalikan kawanan kalong tersebut  membutuhkan waktu yang cukup lama. Kawanan kalong tersebut baru akan kembali jika  masyarakat setempat mengadakan upacara khusus yang dirangkaikan dengan penyembelihan  beberapa ekor kerbau.

Ada juga mitos yang berkembang di  kalangan masyarakat Soppeng bahwa jika seorang pengunjung terkena kotoran  kalong-kalong tersebut, maka ia akan mendapatkan gadis atau pemuda Kota Watansoppeng.  Anda penasaran dengan mitos tersebut? Kunjungilah kota ini untuk membuktikannya!

Kota Watansoppeng merupakan ibu kota Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota Watansoppeng terletak 150  kilometer di sebelah utara Kota Makassar. Dari Kota Makassar, perjalanan  ditempuh selama 4 – 5 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan  umum berupa mobil panther atau kijang, dengan tarif sekitar Rp. 50.000,-. Per-orang.

Di Kota Watansoppeng tersedia  berbagai macam fasilitas, seperti warung makan, restoran, penginapan, wiswa,  motel, hotel, dan villa. Selain itu, juga terdapat Masjid Raya Soppeng yang  berdiri dengan megah dan indah tepat di jantung kota, yang tak jauh dari pepohonan tempat kawanan kalong tersebut bergelantungan.

Sumber : Wisata Melayu

Pertandingan PSM Makassar Live di Kompas TV


MAKASSAR - Kompas TV kembali akan menyiarkan secara langsung pertandingan PSM Makassar yaitu pada 4 & 7 Juli 2013. PSM akan menjamu Persiba Bantul (04/07) dan Arema FC (07/07).

'Sesuai kesepakatan dengan Kompas TV, maka saat menjamu Persiba Bantul dan Arema pada 4 & 7 Juli, suporter dan fans PSM di seluruh Indonesia dapat menyaksikan secara langsung tim kesayangan kita semua melalui layar kaca' ucap Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina. Namun Wina menambahkan, untuk jadwal saat menjamu Arema mengalami perubahan.

'Saat menjamu Persiba Bantul pada 4 Juli, kick off dijadwalkan pukul 20.00 Wita. Tetapi saat menjamu Arema Malang pada 7 Juli, kick off dijadwalkan pukul 16.00 Wita. Meskipun pertandingan melawan Arema digelar sore hari, tetapi harapan kami fans dan suporter tetap bisa memenuhi stadion untuk mendukung PSM. Untuk fans dan suporter yang berhalangan menyaksikan langsung di stadion, dan yang berada diluar Makassar, dapat menyaksikan tim favorit nya di Kompas TV sesua jadwal kick off tersebut' tambah Wina.

PSM Makassar adalah klub pertama yang menjalin kerjasama dengan KompasTV. Sebelumnya, Kompas TV telah menayangkan 2 pertandingan PSM, yaitu saat PSM dijamu Persebaya pada 13 Juni dan saat PSM menjamu Persijap pada 26 Juni lalu.


Sumber : PSM Makassar

Twitter Bisa Terjemahkan Bahasa

Jejaring sosial Twitter diam-diam menawarkan fitur penerjemah bahasa untuk kicauan pengguna yang diakses melalui situs web Twitter.com. Fitur ini belum diumumkan secara resmi, tetapi beberapa pengguna sudah bisa menggunakannya.
Twitter mengonfirmasi pada The Verge, Sabtu (29/6/2013), bahwa fitur ini merupakan hasil kerja sama dengan Bing Translator buatan Microsoft untuk memudahkan pengguna menerjemahkan sejumlah bahasa.
Namun, Twitter belum mengumumkan secara lengkap bahasa apa saja yang didukung dalam fitur tersebut.
Sementara ini, hanya pengguna tertentu yang dapat menemukan fitur terjemahan Twitter. Ketika nanti resmi diluncurkan, barulah semua pengguna dapat menggunakannya.
Langkah ini sebenarnya telah dilakukan pada aplikasi Twitter untuk Windows Phone yang diperbarui pada akhir Juni 2013. Sejauh ini, terjemahan Bing Translator dalam kicauan Twitter belum begitu akurat, tetapi dapat memberi gambaran tentang isi kicauan pengguna.

Sumber: Kompas.com

Korupsi di Disdikpora Soppeng 1,2 Milliar

Seorang pegawai tenaga honorer yang bertugas sebagai staf manajemen Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Soppeng, WA, diduga melakukan korupsi senilai Rp 1,2 miliar.
Hal itu, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa ada mark up di dalam pengelolaan dana gratis yang dilakukan oknum tenaga honorer tersebut.
WA dinyatakan tersangka setelah LHP BPK nomor 16.C/LHP/XIX.MKS/04/2013, tahun anggaran 2012, mencantumkan adanya keganjalan pada pengendalian dan pertanggungjawaban belanja pendidikan gratis pada Disdikpora Soppeng sebesar Rp 23 miliar lebih yang tidak melalui proses verifikasi. Selain itu, BPK menemukan dana Rp 1 miliar lebih digunakan untuk kepentingan pribadi.
"Kami telah menetapkan WA sebagai tersangka. Kami juga telah mengantongi
nama lain, namun belum kami tetapkan tersangka. Yang jelas, tersangkanya bisa lebih dari dua orang," kata Humas Kejari Soppeng, Andi Taufik, yang juga kasi Intel Kejari Soppeng, Senin (1/7/13).
"Sementara ini, WW belum kami tahan," singkat Taufik.
Kasus ini mencuat, bermula setelah beberapa sekolah penerima dana pendidikan gratis dimintai datanya oleh BPK. Kala itu, ditemukan indikasi terjadi mark up data yang dilakukan oleh oknum honorer tersebut yang selama ini di percayakan sebagai operator data pada program pendidikan.
Dugaan ini semakin kuat setelah ditemukan rekening milik WA berisi uang ratusan juta rupiah. Bahkan, ketika BPK memintai keterangannya, WA mengakui perbuatannya dan berjanji akan mengembalikan kerugian negara.
WA juga telah menyerahkan rekening miliknya yang berisi Rp 400 juta. WA dikenal lihai memainkan aksinya itu. Ia kerap menambahkan jumlah penerima dana sehingga jika 100 penerima dana maka ia pun memasukkan 150 sekolah.

Sumber : tribun-timur
 
Copyright © 2013 - 2016 SILEWO NEWS
Pengelola Blog Musdalin | Katon