BREAKING

Selasa, 12 Februari 2013

Harga Perawan SMP di Makassar Hanya Rp 11 Juta

Sumber foto : kabar17.com
Perempuan di bawah umur yang menjadi korban traffiking ternyata dijual seharga Rp 11 juta. Sebelum dijual ke hidung belang, para korban ditampung di rumah mucikari.
 
Ironisnya, korban hanya mendapat Rp 5 juta. Seorang korban mengaku uang hasil transaksi itu digunakan untuk membiayai kebutuhannya di sekolah menengah pertama (SMP). Korban berusia 15 tahun ini mengaku ditinggal oleh orangtuanya yang menjadi tenaga kerja di Arab Saudi.

Praktik perdagangan hitam itu diungkap Direktorat Reserse Umum (Dit Resum) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Polda Sulselbar), Senin (11/2/13).

Polda berhasil membongkar sindikat perdagangan perawan di Makassar. Dalam pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan dua tersangka dan empat orang gadis perawan yang hendak dijual ke pria hidung belang.

Mereka yang diciduk adalah Hasniah alias Bunda (37), warga Jl Rappokalling, dan Ilham alias Ilo (24), warga Jl Sibula Lorong II. Mereka ditangkap di Hotel Celebes, kamar 206, Jl Sultan Hasanuddin, Makassar.

Kepala Sub Bidang IV Ditreskrimum Polda Sulsel, Ajun Komisaris Besar Hadaming, mengatakan, penangkapan dilakukan berdasarkan laporan warga, jika di tempat hiburan malam dan di TKP sering terjadi perdangangan manusia. 

"Dari hasil laporan warga, kami kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian, alhasil dua tersangka berhasil ditangkap," katanya

Kasubdit IV Dit Resum Polda Sulselbar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hadaming, mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal ketika polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang maraknya perdagangan gadis perawan di Kota Makassar, terutama di tempat-tempat hiburan malam.

Polisi pun melakukan penyelidikan dan pengintaian ke sejumlah tempat hiburan malam di Kota Makassar. Alhasil, petugas berhasil meringkus tersangka Hasniah alias Bunda (37), warga Jalan Rappokalling dan rekannya, Ilham alias Ilo (24), warga Jalan Sibula Dalam Lr 2 Makassar di Hotel Celebes Makassar kamar 206, Jalan Sultan Hasanuddin, Jumat (8/2) malam.

Saat diringkus, kedua tersangka tidak melawan. Keduanya kemudian dibawa polisi guna diperiksa lebih lanjut. Selain Bunda dan Ilo, polisi juga berhasil mengamankan empat orang gadis perawan yang hendak perjualbelikan, mereka masing-masing bernama samaran Dilla (15) warga Jl Rappokalling, Dea (16) asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Widya (19) asal Sinjai, yang tinggal di Jl Rappokalling, dan Ela (30) asal Takalar.

"Sebelum dijual ke hidung belang seharga Rp 11 Juta, para korban perdagangan wanita ini ditampung terlebih dahulu di rumah tersangka," ungkap Hadaming.

Menurut Hadaming, dari para tersangka prostitusi itu, polisi juga menyita satu dus alat kontrasepsi, uang tunai Rp 1,5 Juta, 1 buah handphone warna putih. Kedua tersangka kini telah mendekam di rumah tahanan (Rutan) Polda Sulselbar.

Dila mengaku hanya mendapatkan jatah Rp5 juta dari total bayaran Rp10 juta. Uang tersebut sedianya akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.        

Pasalnya, saat ini siswa sekolah menengah pertama swasta itu ditinggal pergi orangtuanya di Saudi Arabia. "Saya hanya dapat Rp5 juta," kata Dila di ruang penyidik.

Sementara, Bunda dan Ilo menyatakan, Dila mendapatkan Rp7 juta sekali transaksi. "Saya mau kasih Rp7 juta," katanya.

Menurutnya, para tersangka akan dijerat pasal 2 ayat 1 UU RI No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan perdagangan orang atau pasal 88 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Tersangka diancam hukuman 15 tahun penjara dan atau denda Rp 600.000. 000 Juta," tegas Hadaming.

Sumber :tribun-timur

""
Mari berkomentar dengan sopan dan kritik yang bersifat membangun bagi kemajuan blog ini

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 - 2016 SILEWO NEWS
Pengelola Blog Musdalin | Katon