KONGRES luar biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) membuahkan beberapa keputusan. Salah satunya adalah unifikasi atau penyatuan liga efektif musim depan. Anggotanya hitungan 18 klub Indonesian Super League (ISL) dan empat klub dari Indonesian Premier League (IPL).
Beredar isu, PSM tidak termasuk dalam empat klub yang lolos penyatuan liga ini. PSM kabarnya akan turun ke Divisi I, sesuai sanksi yang diputuskan sebelumnya. Selain PSM, sanksi serupa juga berlaku pada Persema Malang dan Persibo Bojonegoro.
Namun Wakil Ketua Umum PSSI hasil KLB kemarin, La Nyalla Mattalitti membantah isu tersebut. Menurutnya, PSM Makassar bisa saja berlaga di ISL musim depan, dengan catatan bisa menembus peringkat empat besar di akhir kompetisi. Mengenai sanksi turun ke Divisi I, hal tersebut juga dianggap sudah tidak ada. "PSM ada peluang ke ISL, kalau masuk empat besar. Sanksi dianggap tidak ada, demi kebersamaan," ujar La Nyalla, yang dikonfirmasi FAJAR, Senin 18 Maret kemarin.
Manajemen PSM belum mau mengomentari lebih jauh hasil kongres tersebut. Apalagi, PSm mengklaim tidak punya perwakilan di kongres. Yang ikut adalah Pengprov PSSI Sulsel, dalam hal ini Kadir Halid.
Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina menjelaskan butuh penjelasan resmi dari PSSI. "Mereka (PSSI) yang harus memberikan penjelasan. Dari PSM kan tidak ada yang ikut kongres," ujar Wina--sapaan akrabnya, di sela-sela latihan kemarin.
Wina juga menjanjikan akan memberi kabar secepatnya. Saat ini, Rully Habibie selaku Chief Executif Officer (CEO) PT Pagolona Sulawesi Mandiri (PSM), sementara berbicara dengan PT LPIS sebagai operator IPL. "Kalau ada informasi, pasti secepatnya kami sampaikan. Tapi untuk saat ini kami belum mau berbicara banyak," ujar Wina.
Pembicaraan Rully dengan PT LPIS membahas kejelasan nasib PSM. Seperti diketahui, sebelumnya IPL dianggap liga resmi. Makanya, manajemen meminta pertanggungjawaban PT LPIS. "Akan ditanyakan ke LPIS, karena kan PSM bermain di liga resmi," ujar Wina.
Menurut Pengamat sepak bola, Ryan Latief, ketua umum PSM Makassar harus segera mengambil keputusan. Tidak membiarkan isu ini berlarut-larut. "Selain itu, yang harus bertanggung jawab adalah kepengurusan yang membawa PSM hijrah ke LPI," ujar Ketua Pertina Sulsel ini.
Posting Komentar