BREAKING

Rabu, 20 Maret 2013

PSM Berhak di Kompetisi Tertinggi


Agenda unifikasi (penggabungan liga) yang mulai bergulir banyak disalahtafsirkan berbagai kalangan. Salah satunya perdebatan menyangkut penggabungan klub-klub yang dikelola di Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL).  Apakah PSM berhak di kompetisi ISL?

CEO PT LI Joko Driyono mengatakan, jika berdasarkan skenario penggabungan yang ditawarkan PT LI selaku pengelola ISL dan diakui PSSI melalui KLB 17 Maret 2012 di Hotel Borobudur, maka PSM sangat berhak. Dia pun menguraikan, berdasarkan yurisdiksi PSSI, nasib PSM sama seperti Semen Padang, Bontang FC, Persiraja Banda Aceh, PSLS Loksumawe, Pro Duta, Persepar Palangkaraya, Perseman Manokwari, PSIR Rembang, Persiba Bantul, dan Persijap Jepara. Klub-klub ini berlaga di kompetisi IPL saat ISL sedang berjalan.

"Klub-klub ini pindah seusai hasil Kongres II PSSI di Bali 2011 lantaran pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI) saat kompetisi ISL 2010/2011 sedang berjalan. Mereka punya kesempatan bergabung dengan ISL pada 2013/2014. Hanya, bagaimana proses perpindahan PSM ketika itu masih perlu diverifikasi dan mengecek lebih dulu," terang Joko.

Pria asal Ngawi ini juga menegaskan, kompetisi yang berada di bawah yurisdiksi PSSI harus diikuti klub yang tercatat sebagai anggota PSSI. Dan, sebenarnya bukan domain PT LI buat menjustifikasi keabsahan status anggota PSSI. 

Joko mengatakan, klub-klub IPL yang dilanda dualisme harus mengikuti verifikasi status keanggotaan klub-klub IPL lebih dulu. Ada empat klub yang memiliki status ganda yakni, Persebaya, Persija, PSMS, dan Arema. "Nah inilah yang lebih rumit," katanya.

Mantan Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSM yang juga Ketua Satgas Normalisasi PSSI Kemenpora, Faisal Abdullah mengatakan, skenario unifikasi PSSI yang dimenangkan PT LI sebagai penyelenggara kompetisi di Indonesia sebenarnya sudah sangat jelas. 

Faisal menguraikan, hanya 4 klub yang menduduki 4 peringkat teratas di IPL musim ini yang berhak main di ISL musim depan dengan catatan, klub-klub IPL itu tidak dilanda dualisme dan keanggotannya di PSSI tidak bermasalah. Sisanya, akan berlaga di level Divisi Utama (DU) yang juga berada di bawah pengelolaan PT LI.

"PSM bukan klub yang dilanda dualisme kepengurusan. Artinya lebih gampang dan tidak ribet mengintrepetasikan syarat itu jika diberlakukan," kata Faisal. 

Sementara itu, dua klub tidak bermasalah keanggotan PSSI-nya, tapi sempat dijatuhi hukuman sanksi ke divisi II yakni, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro. PSM yang turut mundur dari ISL ketika itu baru berstatus hukuman Komdis PSSI. Status keanggotaanya tidak dicabut melalui Kongres II di Bali tahun 2011, itulah sebabnya PSM tetap memberi hak suara saat Kongres Solo 2011.  ( silewo )

Sumber : klik disini

""
Mari berkomentar dengan sopan dan kritik yang bersifat membangun bagi kemajuan blog ini

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 - 2016 SILEWO NEWS
Pengelola Blog Musdalin | Katon