BREAKING

Kamis, 15 Oktober 2015

Tim LHD: Itu Seruan Moral, Bukan Black Campaign

SILEWONEWS - WATANSOPPENG – Beredarnya selebaran berisi “Tolak Pemimpin Anarkis” yang diklaim oleh Tim Pemenangan salah satu kandidat sebagai bentuk “Black Campaign” mengundang reaksi dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Aliansi Mahasiswa Soppeng Pengawal Demokrasi (AWASI).

Ketua AWASI, Zul Khaerul menyatakan bahwa selebaran tersebut tidak termasuk kategori Black Campaign seperti yang dituduhkan oleh kelompok tertentu. Hal itu justru dinilai sebagai bentuk seruan moral bagi masyarakat Soppeng untuk tetap jeli dan teliti dalam memilih pemimpin.

“Itu seruan moral yang bernilai positif, dalam selebaran itu kan tidak ada nama orang apalagi foto hanya pesan yang bersifat umum” Ujar Heru sapaan akrabnya.

Menurutnya pada pilkada 2010 lalu faktanya memang terjadi pembakaran kantor KPUD dan Kantor kecamatan. “Jadi apa yang salah dalam selebaran itu. Saya merasa heran kok ada pihak yang terkesan panik dengan seruan moral seperti itu hehehehe “. Katanya sambil terkekeh.

“Kita harus mencipatakan suasana yang kondusif ditengah pergulatan politik pilkada, terkhusus di Kabupaten Soppeng kita ingin kejadian yang buruk tak terulang lagi” kunci Heru.

AWASI selama ini intens melakukan advokasi dan pengawalan demokrasi di Kabupaten Soppeng. Dan kejadian ini semakin membuat barisan mahasiswa terlibat aktif untuk menjauhkan proses demokrasi dari cara-cara yang tidak sesuai nalar.

Sumber : disini

Akar-Super : Pelaku Black Campaign Harus Ditindaki

WATANSOPPENG- Silwonews-Tim Pemenangan pasangan Andi Kaswadi Razak-Supriansa meminta pihak kepolisian dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kabupaten Soppeng bertindak tegas dan mengusut secara tuntas kasus Black campaign ini yang merugikan pihak Akar-Super.

“Jangan sampai terjadi gesekan di masyarakat karena untuk kedua kalinya masyarakat langsung yang menangkap oknum black campaign. Ini membuktikan masyarakat menginginkan pemilihan yang bersih jujur dan adil,” tegas anggota tim pengendali AKAR SUPER, M Jufri, Kamis 15 Oktober.

Warga bersama tim Akar Super berjumlah 7 orang terdiri 5 org anak SMU, 1 orang Satpol PP, dan 1 PNS ditangkap karena menyebarkan selebaran berisi blackcampaign, Rabu 14 Oktober. Mereka ditangkap karena mengaku diperintahkan oleh salah seorang yang perpengaruh di Soppeng.

“Kami minta pihak kepolisian dan panwas menguaut aktor intelektual di belakang BC ini. Ini sangat merusak nilai-nilai demokrasi,” jelas Nurul Safitri, jurubicara tim Akar Super

Sumber : disini
 
Copyright © 2013 - 2016 SILEWO NEWS
Pengelola Blog Musdalin | Katon