BREAKING

Senin, 24 Maret 2014

Hasil Survei terbaru : Kualitas Personal Jokowi di Bawah Jusuf Kalla

Survei, Kualitas Personal Jokowi di Bawah Jusuf Kalla

Survei terbaru yang dirilis Pol-Tracking Institute menempatkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di urutan kedua setelah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam hal kualitas personal.
"Baru kali ini kader PDI-P dikalahkan, di survei kita kali ini. Sebelumnya selalu yang tertinggi," ujar Hanta Yuda AR, Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute saat rilis Survei Mengukur Kualitas Personal Para Kandidat Capres-Cawapres 2014 di Jakarta, Minggu (23/3/2014).
Menanggapi hasil survei tersebut, perwakilan PDI-P bisa menerima hasilnya.
"Baru kali ini saya lihat Jokowi nomor 2, tapi ngga papa. Saya mesti terima," ujar Maruarar Sirait, Ketua Bidang Pemuda DPP PDI-P.
Menurut rilis pers yang dikeluarkan Pol Tracking itu, survei ini diambil berdasarkan kuisioner yang disebar pada 330 responden guru-guru besar dan profesor di seluruh Indonesia, pada Februari-Maret 2014.
Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kompetensi dan kapabilitas, aspek visi dan gagasan, aspek leadership skill dan keberanian mengambil keputusan, pengalaman dan prestasi memimpin, dan kemampuan memimpin dan mengelola koalisi politik partai pendukung, aspek integritas, dan aspek kemampuan menjalankan pemerintahan dan memimpin negara, terutama bidang penegakan hukum/pemberantasan korupsi dan bidang ekonomi/peningkatan kesejahteraan.
Menurut Pol Tracking, kandidat diseleksi melalui meta-analisis pemberitaan media dan dinamika pencalonan di parpol-parpol. Selain itu, kandidat juga masuk dalam Survei Nasional Opini Publik elektabilitas top of mind pada survei Oktober 2013 dan Desember 2013.
Pendalaman profil kandidat dilakukan melalui focus group discussion untuk memastikan kandidat tidak menyandang status tersangka/terdakwa/terpidana. Dari serangkaian proses, dihasilkan 35 nama yang layak dinilai kompetensi dan kualitas personalnya. Untuk penentuan skor, dilakukan pada skala 1-10.
Survei menunjukkan Jusuf Kalla unggul dalam aspek kompetensi dan kapabilitas(7,66), aspek visi dan gagasan (7,71), aspek leadership skill dan keberanian mengambil keputusan (7.93), pengalaman dan prestasi memimpin (7,79), dan kemampuan memimpin dan mengelola koalisi politik partai pendukung (7,46).
Sedangkan Jokowi unggul dari JK pada aspek integritas (7,83) dan kemampuan menjalankan pemerintahan dan memimpin negara, terutama bidang penegakan hukum/pemberantasan korupsi dan bidang ekonomi/peningkatan kesejahteraan (7,77).
Urutan 10 tokoh teratas secara kualitas personal adalah Jusuf Kalla, Joko Widodo, Mahfud MD, Wiranto, Prabowo Subianto, Dahlan Iskan, Tri Rismaharini, Surya Paloh, Yusril Ihza Mahendra, dan Aburizal Bakrie. Sedangkan, posisi terendah diduduki oleh Rhoma Irama.
Sementara itu, pada skor kandidat "Kepala Daerah", Jokowi unggul (7,66) membawahi Tri Rismaharini (6,84), Basuki Tjahaja Purnama (6,69), dan Syahrul Yasin Limpo (6,16). Kemudian disusul juga Isran Noor (6,07), Ahmad Heryawan (5,97), dan Sinyo Harry Sarundajang (5,51).
Sedangkan skor kualitas personal peserta konvensi Partai Demokrat diraih tertinggi oleh Dahlan Iskan (6,97), yang kemudian disusul Anies Baswedan (6,61), Gita Wirjawan (6,18), Marzuki Alie (6,18), Endriartono Sutarto (6,09), dan Pramono Edhie Wibowo (6,04) diikuti Dino Patti Djalal (5,93), Irman Gusman (5,88), Hayono Isman (5,81), Ali Masykur Musa (5,69), Sinyo Harry Sarundajang (5,51).
Untuk total skor kualitas personal kandidat ketua partai politik, posisi nomor satu dicapai oleh Wiranto (7,09), disusul oleh Prabowo Subianto (7,08), Surya Paloh (6,81), Yusril Ihza Mahendra (6,72), Aburizal Bakrie (6,70), Hatta Rajasa (6,56), Megawati Soekarnoputri (6,39), Sutiyoso (6,15), Suryadharma Ali (6,06), Anis Matta (5,92), dan Muhaimin Iskandar (5,81).

Sumber : tribun-timur

Senin, 20 Januari 2014

Duet Jokowi-JK Tak Tertandingi

Bursa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden makin mengerucut. Hasil survei terbaru menunjukkan duet Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak tertandingi.

Jika kedua figur populer ini dipasangkan pada pemilihan presiden, maka peluangnya untuk menang sangat besar. Saat ini elektabilitas duet itu mencapai 17,4 persen.

Hal itu terungkap dari hasil survei Pusat Data Bersatu (PDB). Elektabilitas Jokowi, sapaan Joko Widodo, yang dipasangkan JK jauh mengungguli pasangan lainnya.

Selain Jokowi-JK, PDB juga melakukan simulasi lima pasangan. Hasilnya, jauh di bawah pasangan Jokowi-JK.
Pasangan Jokowi-Hatta Rajasa, misalnya, elektabilitasnya hanya 6,2 persen. Pasangan berikutnya, Megawati Soekarnoputri-Jokowi 5,3 persen, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa 5 persen, Dahlan Iskan-Chairul Tanjung 4,2 persen, dan Aburizal Bakrie-Mahfud MD 2,8 persen.

"Harus dipahami bahwa masih banyak pemilih yang belum menentukan pilihannya saat ini," kata peneliti PDB, Didik J Rachbini dalam paparannya di Jakarta, Jumat, 17 Januari.

Survei tersebut dilakukan dengan metode wawancara telepon pada 4-8 Januari 2014. Survei ini melibatkan 1.200 responden pada 11 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Denpasar, Balikpapan, Makassar, dan Jayapura.

Didik mengatakan, margin of error sekira 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.Sebelumnya, Ketua DPP Partai Nasdem, Akbar Faizal juga menjagokan pasangan Jokowi-JK bakal unggul pada pilpres mendatang. Menurutnya, kedua figur tersebut saling melengkapi satu sama lain.

Akbar memprediksi beberapa partai akan bergabung mengusung pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Partai Golkar dan Nasdem kemungkinan bergabung dengan PDIP.

"Jika gugatan Yusril Ihza Mahendra tidak dikabulkan MK, maka hanya ada dua pasangan di pilpres, yakni Jokowi-JK dan Prabowo-Dahlan," urai Akbar yang juga caleg DPR RI dari Dapil Sulsel 2.

Meski unggul jauh secara berpasangan, elektabilitas Jokowi secara pribadi cenderung menurun. Pada Oktober 2013, elektabilitas Jokowi mencapai 37,6 persen. Sekarang turun menjadi 28 persen.

Posisi kedua masih ditempati Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pesaing terkuat Jokowi ini memiliki elektabilitas 10,7 persen.

Hasil survei terbaru ini menunjukkan elektabilitas Prabowo justru meningkat. Pada September 2013 hanya 6,6 persen. Kini naik menjadi 7,7 persen

Peneliti PDB lainnya, Agus Herta mengatakan, posisi ketiga masih ditempati HM Jusuf Kalla. Namun, jika dibandingkan sebelumnya. Pada November 2013,elektabilitas JK sempat mencapai 5,7 persen. Sekarang hanya 4,2 persen.

Elektabilitas Dahlan Iskan juga masih fluktuatif. September lalu, elektabilitas Menteri BUMN itu mencapai 5 persen. Lalu, pada Oktober naik jadi 5,4 persen dan turun kembali pada November sebesar 4,6 persen.Pada survei terakhir, elektabilitas Dahlan kembali mengalami penurunan menjadi 3,7 persen.

Sumber : fajar online

Kaki Pasien Ini Patah Saat Ditimbang Perawat

Waduh, Kaki Pasien Ini Patah Saat Ditimbang Perawat
Bukannya sembuh dari penyakitnya,  Bembeng, Warga Kecamatan Sawitto, Kabupaten Pinrang, justru tambah sakit saat dirawat di RSUD Andi Makkasau, Parepare.
Pasalnya, Bembeng (46) terjatuh dari timbangan badan, saat akan dikemo di rumah sakit tersebut. Akibatnya, tulang kaki kanan Bembeng di bagian paha patah, Minggu (19/1/2014).

Akibat kejadian tersebut, Lasarie suami Bembeng, marah, karena bukannya sembuh dari penyakit yang didertita istrinya, malah justru bertambah akibat kelalaian perawat.
" Saya bawa istri saya ke sini karena mengidap penyakit kanker payudara, karena lalai istri saya terjatuh saat ditimbang, padahal ada tiga perawat saat ditimbang," kata Lasarie dengan nada kesal.

Iapun berharap agar pihak rumah sakit bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Karena selain menderita kanker payudara, kini tulang kaki kanan istrinya juga patah.
Informasi yang dihimpun, Bembeng yang sehari seharinya bekerja sebagai rumah tangga ini, mendapatkan perawatan di ruangan Seruni, RSUD Andi Makkasau Parepare, sejak 10 hari lalu. (ali)
Ketgam: Lasarie, saat melihat kondisi istrinya usai terjatuh, saat akan ditimbang perawat di RSUD Andi Makkasau Parepare, Minggu (19/1/2014), selain menderita kanker payudara, kaki Bembeng juga patah.

Sumber : tribun-timur.com
 
Copyright © 2013 - 2016 SILEWO NEWS
Pengelola Blog Musdalin | Katon