BREAKING

Selasa, 12 Maret 2013

Perempuan Harus Senyum itu Islami


Hj._Sitti_Muhyina_Muin,_SP,_MM_.JPG
Sebagai contoh putri rasulullah Fatimah azzahra yang merupakan perempuan teladan dunia yang pernah memimpin perang di zaman rasulullah, istri Rasulullah, St Khadijah as, yang memimpin perdagangan di zaman Rasullah, Azda bin kharij ikut perang di zaman Rasulullah, Khaulah bin Malik yang mana perkataannya didengar Allah dari langit ke tujuh, Salafah binti Sa'ad Al-anshariyah pemegang kunci Kakbah, Ummuh Anas yang berani bertanya kepada suami, Ummuh Waraqah bin Naufal iman parah wanita di zamannya.

SELAMAT untuk semua perempuan indonesia yg selalu saya banggakan dan sayangi, sosok perempuan dimana itu seorang ibu atau seorang istri dan gadis belia yang penuh passion semangat dan potensi yang besar.

Dengan harapan untuk tidak ada lagi diskriminasi terhadap kaum perempuan, dimana hak-hak wanita itu sama dengan laki-laki meski kodratnya berbeda.

Tgl 8 Maret adalah merupakan moment besar hari perempuan untuk menghormati perjuangan perempuan terhadap perubahan peningkatan kualitas hidup bagi perempuan meski wanita era seskarang masih diperhadapkan oleh tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak untuk sekedar direnungkan namun hendaklah bersama-sama saling membantu, saling mendukung untuk keluar dari segala permasalahan tersebut ke kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik.

Pesatnya perkembangan yang terjadi dalam era pembangunan dewasa ini menghendaki agar seluruh potensi nasional dapat dihimpun menjadi suatu kekuatan besar yang akan berhasil menggerakan kekuatan yang lebih besar untuk mendorong bangsa dan masyarakat indonesia mencapai cita-citanya, berkembang dan maju.

Artinya bahwa pembangunan menuntut peran serta seluruh masyarakat secara aktif untuk berkembang dan maju, tanpa pengecualian antara pria dan wanita. Potensi kaum wanita sebagai salah satu unsur dalam mmenunjang pembangunan tidak dapat diasingkan lagi, baik perannya secara langsung maupun tidak langsung yang mereka buat.

Feminisme yang ada dalam diri perempuan bukan berarti tidak memiliki karakter tegas dan disiplin yang tinggi, justru perpaduan antara feminisme, sikap hati-hati serta adanya disiplin dalam menjalankan ketentuan-ketentuan atau rancangan ketetapan pembangunan yang mereka buat.

Kepemimpinan perempuan bisa terjadi karena kaum perempuan cenderung lebih mampu menjaga dan menjalankan segenap tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Perempuan biasanya lebih terbuka untuk menerima kritikan dan masukan-masukan yang memiliki nilai penting bagi kemajuan pemerintahan maupun lingkup dimana dirinya diberi taggung jawab.

Tantangan sekarang, keterwakilan seorang perempuan untuk menjadi seorang pemimpin sering terganjal oleh adanya pemikiran sempit yang di kembangkan oleh sejumlah kalangan terutama dari lawan-lawan politik dari para pemimpin perempuan tersebut karena masih berlangsungnya dominasi patriarki dan adanya simbol-simbol budaya serta agama atau norma tertentu yang menentukan perempuan tidak dapat atau sulit untuk menjadi pemimpin.

Sulitnya seorang perempuan untuk menjadi pemimpin juga terjadi karena tidak adanya kesempatan bagi mereka untuk dapat menjadi pemimpin. Hal ini terjadi karena masih kentalnya ego dari beberapa kalangan yang tidak ingin dirinya dipimpin oleh seorang perempuan.

Keterbukaaan dan perkembangan zaman seharusnya tidak mempersempit pola pemikiran yang menempatkan seorang perempuan sebagai masyarakat kelas dua bagaimanapun pola diskriminasi seperti itu, justru menghambat kemajuan kaum perempuan. 

Padahal, kepemimpinan kaum perempuan sudah terjadi semenjak zaman Rasulullah masih hidup di dunia, sebagai contoh putri rasulullah Fatimah azzahra yang merupakan perempuan teladan dunia yang pernah memimpin perang di zaman rasulullah, istri Rasulullah, St Khadijah as, yang memimpin perdagangan di zaman Rasullah, Azda bin kharij ikut perang di zaman Rasulullah, Khaulah bin Malik yang mana perkataannya didengar Allah dari langit ke tujuh, Salafah binti Sa'ad Al-anshariyah pemegang kunci ka'bah, ummuh anas yang berani bertanya kepada suami, Ummuh Waraqah bin naufal iman parah wanita di zamannya, Ummu ri'lah al-quzyairiyah wanita yang sangat diplomatis di zaman rasulullah.

Tuhan menjadikan keindahan ada di dalam diri wanita meskipun pada hakikatnya antara pria dan wanita sama dihadapan tuhan hanya saja, tuhan menjadikan keindahan itu ada pada wanita karena kelembutan, kasih sayang, dan emosinya yang lebih dari pada kaum pria dari wanita lahirlah pejuang-pejuang yang tangguh dan pemimpin yang bijaksana.

Hadirnya kepemimpinan kaum perempuan sebagai pemimpin Dalam suatu pemerintahan menepis pemikiran bahwa mereka adalah kaum yang lemah dan patut untuk ditindas. Ketika kesempatan untuk menjadi pemimpin itu ada, mereka dapat menunjukkan bawa mereka juga merupakan bagian dari masyarakat dunia yang berkualitas. Hidup perempuan indonesia untuk tetap semangat, mandiri, dan berjuang untuk kehidupan yang sejahtera dan lebih baik lagi.

Oleh;
Hj. Sitti Muhyina Muin, SP, MM(Ketua Pemberdayaan Emansipasi Perjuangan Perempuan Makassar)


Sumber : Tribun Timur

""
Mari berkomentar dengan sopan dan kritik yang bersifat membangun bagi kemajuan blog ini

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 - 2016 SILEWO NEWS
Pengelola Blog Musdalin | Katon